You are currently viewing Tabel Berat Besi Beton Dan Cara Menghitungnya
Tabel Berat Besi Beton

Tabel Berat Besi Beton Dan Cara Menghitungnya

Tabel berat besi beton untuk setiap ukuran tentu berbeda-beda. Semakin besar ukurannya, semakin berat pula besinya. Misalnya, berat besi beton polos 8mm akan berbeda dengan berat besi beton polos 10mm.

Seperti kita ketahui, besi beton adalah salah satu material bangunan yang sering digunakan untuk memperkuat konstruksi. Apalagi, besi beton ulir memiliki daya cengkeram yang sangat kuat dibandingkan besi beton polos, sehingga peranannya sangat penting dalam konstruksi bangunan.

Besi beton adalah salah satu bahan bangunan yang harus selalu ada dalam tiap proyek. Sifat dan karakteristiknya membuat besi beton sangat cocok digunakan sebagai penopang struktur bangunan. Oleh karena itu, Anda harus tahu berapa kebutuhan berat besi beton yang dibutuhkan proyek Anda. Untuk menghitung berat besi beton dengan lebih mudah, Anda bisa menggunakan daftar ukuran berat besi beton sesuai SNI.

Masih dalam seri tulisan tentang besi beton, setelah mengenal besi beton, jenis, dan kegunaannya, kita perlu mengetahui daftar perbandingan ukuran diameter besi beton dengan berat untuk setiap batangnya.

Berat jenis besi dapat dihitung dari diameter dan ukuran yang dimiliki. Berikut mannabesi.com merangkum dari berbagai sumber tentang berat jenis besi dan perhitungannya yang penting untuk diketahui.

Apa Itu Besi Beton?

Besi beton adalah salah satu material bangunan yang sering dimanfaatkan untuk memperkuat konstruksi. Dalam proses pembangunan, penting untuk mengetahui berat besi beton yang akan digunakan agar dapat menghitung kebutuhan material secara tepat. Berat besi beton dipengaruhi oleh jenis dan ukuran besi yang digunakan.

Besi Beton Standar SNI

Untuk memastikan kualitas baja tulangan beton sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan BSN. Setidaknya, baja tulangan beton harus memenuhi toleransi yang telah ditetapkan.

Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. SNI dirumuskan oleh Komite Teknis dan ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Besi Beton SNI memiliki standar kekuatan tertentu. Standar besi beton polos yang dulu sering disebut BJTP 24/TP24, berubah pada tahun 2020 menjadi BJTP280/TP280. Sedangkan besi beton ulir BJTS35/TS35 berubah menjadi BJTS280/TS280, dan besi beton ulir BJTS40/TS40 berubah menjadi BJTS420B/TS42. Besi beton SNI memiliki toleransi ukuran ±0.3mm dari marking diameter.

Jenis Besi Beton untuk Bangunan

Ada banyak keuntungan yang akan didapat sebuah bangunan apabila menggunakan besi beton. Pondasi bangunan akan lebih kuat dan dapat berdiri tegak sesuai konstruksi yang dilakukan. Selain itu, bangunan akan lebih tahan meskipun dilanda temperatur tinggi. Besi beton sering digunakan untuk bangunan bertingkat untuk menjaga ketahanannya.

Besi Beton Polos

Besi beton polos dan besi beton ulir adalah dua jenis besi beton yang umum digunakan dalam konstruksi bangunan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada jenis proyek konstruksi yang akan dilaksanakan.

Besi beton polos memiliki bentuk yang lurus dengan permukaan halus dan tidak memiliki goresan atau ulir. Besi beton polos umumnya lebih terjangkau dibandingkan besi beton ulir, tetapi juga lebih mudah tergelincir saat ditanam karena permukaannya yang sangat halus.

Besi Beton Ulir

Besi beton ulir memiliki permukaan bergelombang atau bergerigi, yang meningkatkan daya rekat antara besi dengan beton. Besi beton ulir biasanya digunakan untuk konstruksi yang membutuhkan daya rekat tinggi, seperti pembuatan kolom atau balok, karena daya cengkeramnya yang lebih baik sehingga tidak mudah tergelincir saat ditanam pada beton.

Tabel Berat Besi Beton Polos

Berikut adalah tabel berat besi beton yang biasa digunakan dalam konstruksi:

Diameter (mm)Berat per Meter (kg/m)
60.222
80.395
100.617
120.888
161.578
202.466
253.855
284.837
326.313
409.864
tabel berat besi beton polos

Tabel ini memberikan informasi dasar tentang berat besi beton berdasarkan diameter batang besi. Berat ini penting dalam perhitungan kebutuhan material dan pengangkutan dalam proyek konstruksi.

Tabel Berat Besi Beton Ulir

Berikut adalah tabel berat besi beton ulir (deformed bar) yang biasa digunakan dalam konstruksi:

Diameter (mm)Berat per Meter (kg/m)
100.617
120.888
131.040
161.578
192.223
202.466
222.984
253.855
294.837
326.313
367.990
409.865
5015.413
tabel berat besi beton ulir

Tabel ini memberikan informasi mengenai berat besi beton ulir berdasarkan diameter batang besi. Berat ini penting untuk perhitungan kebutuhan material, pengangkutan, dan spesifikasi teknis dalam proyek konstruksi.

Berapa Panjang Besi Beton SNI?

Panjang standar besi beton sesuai dengan SNI 07-2050-2002 adalah 6 meter, 9 meter, dan 12 meter. Toleransi panjangnya berkisar antara minus 0 mm hingga plus 70 mm, sehingga panjangnya tidak boleh melebihi 12.07 meter. Baja tulangan beton yang memenuhi persyaratan SNI memiliki panjang minimum 12 meter dan maksimum 12.07 meter.

Penting untuk menghindari besi beton ilegal yang sering memotong panjang dan diameter, sehingga pembeli harus memastikan kepatuhan terhadap standar untuk menjamin kualitas dan keamanan.

Cara Menghitung Berat Besi Beton

Untuk menghitung berat besi beton, kamu bisa menggunakan rumus sederhana berdasarkan diameter dan panjang besi. Rumus tersebut adalah:

Berat Besi (kg)=(π×(Diameter Besi/2)2×Panjang Besi4)×7850\text{Berat Besi (kg)} = \left( \frac{\text{π} \times (\text{Diameter Besi} / 2)^2 \times \text{Panjang Besi}}{4} \right) \times 7850Berat Besi (kg)=(4π×(Diameter Besi/2)2×Panjang Besi​)×7850

Namun, rumus yang lebih umum dan sederhana untuk besi beton bulat adalah:

Berat Besi (kg)=(Diameter Besi (mm)2/162)×Panjang Besi (m)\text{Berat Besi (kg)} = \left( \text{Diameter Besi (mm)}^2 / 162 \right) \times \text{Panjang Besi (m)}Berat Besi (kg)=(Diameter Besi (mm)2/162)×Panjang Besi (m)

Berikut adalah langkah-langkah detail untuk menghitung berat besi beton:

  1. Tentukan Diameter Besi:
    • Misalnya, diameter besi adalah 16 mm.
  2. Tentukan Panjang Besi:
    • Misalnya, panjang besi adalah 12 meter.
  3. Gunakan Rumus untuk Menghitung Berat: Berat Besi (kg)=(Diameter Besi2162)×Panjang Besi\text{Berat Besi (kg)} = \left( \frac{\text{Diameter Besi}^2}{162} \right) \times \text{Panjang Besi}Berat Besi (kg)=(162Diameter Besi2​)×Panjang Besi Berat Besi (kg)=(162162)×12\text{Berat Besi (kg)} = \left( \frac{16^2}{162} \right) \times 12Berat Besi (kg)=(162162​)×12 Berat Besi (kg)=(256162)×12\text{Berat Besi (kg)} = \left( \frac{256}{162} \right) \times 12Berat Besi (kg)=(162256​)×12 Berat Besi (kg)≈1.580×12\text{Berat Besi (kg)} \approx 1.580 \times 12Berat Besi (kg)≈1.580×12 Berat Besi (kg)≈18.96\text{Berat Besi (kg)} \approx 18.96Berat Besi (kg)≈18.96

Jadi, berat besi beton dengan diameter 16 mm dan panjang 12 meter adalah sekitar 18.96 kg.

Untuk besi beton ulir, kamu bisa menggunakan tabel berat besi beton ulir yang sudah disediakan sebelumnya untuk mendapatkan berat per meter dan kemudian mengalikannya dengan panjang besi yang kamu butuhkan.

Tips Memilih Besi Beton

Jika Juragan ingin membeli besi beton, hal tersebut tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Berikut adalah tips dalam membeli besi beton yang dapat membantu Juragan:

  • Pilih Ukuran Besi Beton yang Sesuai Kebutuhan: Ketika memilih besi beton, pastikan untuk memilih ukuran dan diameter besi beton yang sesuai. Misalkan, jika Anda membutuhkan besi polos berukuran 12 namun membeli yang berukuran 22, maka besi beton tersebut tidak akan sesuai. Jika dipaksakan, besi beton tersebut akan membahayakan konstruksi bangunan.
  • Ketahui Jenis Besi Beton yang Dibutuhkan: Memahami perbedaan antara besi beton polos dan ulir penting. Besi beton polos lebih mudah dibentuk, sementara besi beton ulir sulit dibentuk. Pilih jenis besi beton yang sesuai dengan kebutuhan konstruksi Anda.
  • Perhatikan Brand dan Label SNI: Cari informasi tentang brand besi beton yang terpercaya dan memiliki reputasi baik. Pastikan juga bahwa besi beton yang Anda pilih memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk menjamin kualitas sesuai standar.
  • Periksa Kondisi Fisik Besi Beton: Selalu perhatikan kondisi fisik besi beton yang akan Anda beli. Hindari membeli besi beton yang sudah berkarat, karena hal ini dapat merugikan keandalan struktur bangunan. Oleh karena itu, pilih besi beton dalam kondisi baik dan tanpa kerusakan.

Kesimpulan

Memahami kebutuhan berat besi akan sangat membantu Anda dalam memilih besi beton dengan harga dan kualitas yang optimal. Untuk mempermudah perhitungan, tabel berat besi beton di atas bisa menjadi alat yang sangat berguna.