You are currently viewing Proses Pembuatan Besi Beton Yang Jarang Diketahui
Proses Pembuatan Besi Beton Yang Jarang Diketahui

Proses Pembuatan Besi Beton Yang Jarang Diketahui

Proses Pembuatan Besi Beton – Besi beton atau tulangan, yang dikenal sebagai baja tulangan setelah dipadatkan, merupakan batang baja yang berbentuk seperti jaring baja dan digunakan sebagai alat penekan pada beton bertulang dan susunan batu bertulang untuk memperkuat dan mendukung beton di bawah tekanan.

Besi beton dan baja tulangan berkualitas tinggi dari Interworld Steel diproduksi sesuai dengan standar ketat SNI 2052: 2017 di Indonesia. Kami memilih bahan baku dari pemasok terbaik untuk semua produk besi beton dan baja tulangan kami, yang dijamin memenuhi persyaratan dasar standar teknis untuk besi beton dan baja tulangan sesuai SNI. Sejarah pengalaman kami dalam produksi baja memberikan kepercayaan kepada pelanggan kami mengenai kualitas produk kami.

Peran Besi Beton

Besi ini umumnya lebih disukai dalam konstruksi bangunan. Dipergunakan sebagai kerangka khusus yang berguna untuk mengatur struktur bangunan secara efisien dan kokoh. Dengan beragam bobot besi dan beton yang tersedia, konstruksi dengan mudah dapat menghasilkan bangunan dengan kualitas yang lebih tinggi.

Bahan ini berguna untuk menahan dan sekaligus meredam bangunan sebagai tulang belakang pada proses konstruksi. Selain itu, bahan ini dapat ditempatkan dalam bentuk besi begel atau kawat begel, berfungsi sebagai bahan pengikat dan penguat kerangka konstruksi bangunan.

Proses Pembuatan Besi Beton

Proses produksi besi beton melibatkan serangkaian langkah dari bahan baku hingga produk akhir yang siap digunakan dalam konstruksi. Berikut adalah beberapa langkah umum dalam proses produksi besi beton:

  1. Pemilihan Bahan Baku

Proses dimulai dengan pemilihan bahan baku khusus, yaitu besi dan baja, yang harus memenuhi standar kualitas tertentu untuk memastikan kemampuan dan ketahanan besi beton.

  1. Pemotongan dan Pembentukan:

Blok besi atau baja dipotong sesuai ukuran yang diinginkan untuk besi beton. Selanjutnya, bahan tersebut dibentuk menjadi batangan atau gulungan yang panjangnya disesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Pemanasan dan Peleburan:

Batangan besi atau baja kemudian dipanaskan dalam tungku peleburan hingga mencapai suhu yang tinggi. Pada tahap ini, bahan-bahan tambahan seperti karbon dan alloy dapat ditambahkan untuk meningkatkan sifat-sifat mekanis besi beton.

  1. Pencetakan Billet:

Cairan logam yang panas kemudian dicetak menjadi billet, yakni blok besar dengan bentuk silinder atau persegi panjang. Billet ini nantinya akan diolah lebih lanjut.

  1. Penggulungan:

Billet kemudian digulung menjadi batang baja yang panjang dan tipis menggunakan mesin penggulung.

  1. Pemadatan:

Batang baja yang dihasilkan kemudian dipadatkan menggunakan mesin pemadat untuk memastikan kepadatan dan kekuatan yang optimal.

  1. Pemotongan Ulang:

Batang baja yang telah dipadatkan dipotong sesuai dengan panjang yang diinginkan untuk produk besi beton tertentu.

  1. Pengkerutan (Ribbing):

Proses ini melibatkan pembentukan tonjolan atau kerutan kecil pada permukaan besi beton. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya rekat antara besi beton dan beton saat digunakan dalam konstruksi.

  1. Pengujian Kualitas:

Sampel-sampel besi beton diuji untuk memastikan bahwa produk memenuhi standar kualitas yang ditetapkan, termasuk kekuatan tarik, kekuatan lentur, dan karakteristik lainnya.

  1. Penyimpanan dan Distribusi:
  • Besi beton yang telah lulus pengujian kualitas disimpan dengan baik sebelum didistribusikan ke proyek konstruksi.

Proses ini dapat bervariasi sedikit tergantung pada teknologi dan metode produksi yang digunakan oleh produsen besi beton. Seluruh proses ini dirancang untuk menghasilkan produk akhir yang memenuhi standar keamanan dan kualitas dalam konstruksi.