You are currently viewing Bahan Baku Besi Yang Jarang Diketahui
Bahan Baku Besi

Bahan Baku Besi Yang Jarang Diketahui

Bijih besi terdiri dari oksigen dan atom besi yang berikatan bersama dalam molekul. Besi sendiri umumnya didapat berbentuk magnetit (Fe3O4), iritit (Fe2O3), goethit, limonit atau siderit. Bijih besi umumnya kaya besi oksida dan berbagai ragam dalam soal warna, dari kelabu tua, kuning muda, ungu tua, sampai merah karat.

Besi adalah elemen kimia dengan lambang Fe dan nomor atom 26. Bahan baku khusus untuk pembikinan besi dan baja ialah bijih besi. Bijih besi ialah bebatuan atau mineral darimanakah besi ekstraksi komersil bisa dilaksanakan dengan ekonomis. Sejumlah bahan baku yang dipakai dalam produksi besi dan baja mencakup:

Bijih Besi: Adalah bahan baku khusus untuk memproduksi besi dan baja. Beberapa macam bijih besi yang biasa dipakai ialah iritit, magnetit, limonit, dan siderit.

Kokas: Kokas ialah produk yang dibuat dari pemanasan batubara pada keadaan tanpa udara. Kokas dipakai sebagai bahan bakar dan sebagai agen reduksi pada proses peleburan besi.

Batubara: Batubara dipakai sebagai bahan bakar pada proses peleburan besi. Batubara bituminus kerap dipakai karena mempunyai kandungan karbon yang lebih tinggi.

Limestone: Limestone, atau batu kapur, dipakai sebagai agen pemurnian pada proses pembikinan besi dan baja, menolong hilangkan kotoran dan kurangi kandungan sulfur dari logam cair.

Scrap Baja: Scrap baja ialah tersisa atau sampah dari produksi baja yang bisa dipakai lagi sebagai bahan baku pada proses produksi baja baru.

Baja Daur Kembali: Selainnya scrap baja, beberapa barang baja seperti mobil tua, bangunan, atau perlengkapan listrik yang tidak kepakai bisa didaur kembali jadi bahan baku untuk memproduksi baja.

Fluks: Fluks ialah material yang dipertambah ke proses peleburan untuk menolong bersihkan logam cair dari kotoran dan membenahi karakter teknisi dari baja yang dibuat.

Beberapa bahan ini dipakai dalam beberapa proses seperti peleburan besi, pemrosesan dalam konverter, atau pada proses pembikinan baja tertentu seperti proses bessemer dan proses oksigen dasar.

Pada konsepnya terdapat dua tipe bahan baku besi yang berada di Kendawangan, yakni vein massif dan lateritik. Diprediksi hasil penambangan akan memberi fraksinasi ukuran material atau run of mine (ROM) di bawah ini.

  1. Vein, bisa berbentuk bongkahan atau boulder memiliki ukuran terbesar 750 mm, berbentuk mineral khususnya iritite dan sedikit magnetit.
  2. Lateritik, berbentuk kombinasi material memiliki ukuran kurang dari 30 mm, umumnya memiliki ukuran lembut, berisi khususnya mineral limonit untuk ukurannya yang lembut dan beberapa iritite untuk ukurannya yang relative kasar.